Jumat, 29 Desember 2017

PIAGAM GUMI SASAK








Piagam gumi sasak merupakan pernyataan sikap yang didasari oleh sebagian besar masyarakat sasak tentang identitas kebudayaan. Dan hal tersebut sangat wajar di tengah kepungan dunia yang semakin terbuka dan tanpa batas. Tentunya identitas dari kelompok atau tiap orang akan mudah terpengaruh dari manapun dikarenakan tidak ada lagi perbatasan antar Negara karena memang sudah tidak ada batasan lagi. Dengan keadaan yang hampir tidak ada batasan yang secara nyata membuat identitas sasak itu menjadi seperti yang dulu.
Budaya sasak yang dulu sangat penting karena berdirinya sebuah bangsa tidak dengan sekejap mata tetapi melalui proses cultural, pemikiran, perkembangan tekhnologi, dan ilmu pengetahuan sehingga sudah melalui proses pemurnian. Jika proses kemurnian tersebut yang membuat kita menjadi beradab, tidak saling menghina satu sama lain serta tidak mengambil hak orang lain, maka peradaban itu adalah peradaban yang tinggi dan harus dibanggakan.
Kita harus hidup teratur dan itu merupakan nilai pada prinsipnya. Dan tradisionalitas merupakan kemurnian yang berprinsip yaitu yang benar akan tetap benar, yang baik akan tetap baik, dan yang buruk pasti akan buruk. Jika identitas kita goyang maka akan terjadi pergeseran nilai dalam penilaian terhadap baik buruknya sesuatu. Dan pergeseran itulah yang berbahaya dan sangat dikhawatirkan.
Sehingga para intelektual baik yang muda, senior, dan tokoh-tokoh masyarakat terus berpikir dan kemudian mencoba mencari rumusan tentang bagaimana rasa kegundahan yang belum terartikulasikan dan tidak pernah dinyatakan dalam lisan, sehingga mereka berkumpul dan ingin menyatakan sikap. Bahwa berkeinginan untuk kembali pada nilai dasar yang diajarkan oleh leluhur dan maju serta sejahtera dengan nilai nilai tersebut. Jadi tidak berarti dengan mundur atau kembali kemasa lalu kita tidak akan sejatera. Bahwa nilai tersebut kelampauan pandangannya tidak moderen, maka nilai tersebut harus dibawa keranah moderen juga. Contohnya sebuah kejujuran, baik ranahnya moderen atau tidak, itu sangat penting. Kemudian aqidah, maupun aqidah tersebut berada di dunia yang semoderen apapun, itu adalah hal yang sangat penting. Jadi tidak bisa dibatasi hanya untuk hal-hal yang lampau. Hal-hal kedepannya juga harus membawa nilai nilai.
Disitulah dinyatakan dalam sikap, bagaimana kita menyikapi persolan ini, bagaimana budaya sasak berada pada dirinya sendiri yaitu auto kritik untuk semua orang sasak, dan itu berhubungan dengan orang diluar sasak dan kemudian diranah internasional yang dimana 25 tahun atau satu abad kedepan sasak menjadi peradaban dunia. Tentang bagaimana mengambil peran, sikap tanpa kehilangan identitas.


PIAGAM GUMI SASAK

 Isi piagam gumi sasak yaitu :

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama:
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua:
Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga:
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat:
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima:
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan Bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulut Tahun Jenawat / 1437 H
26 Desember 2015

             tokoh-tokoh yang menandatandatangani “piagam gumi sasak” adalah:
1.            Drs.lalu Azhar.
2.            Drs. Haji Lalu Mujtahid.
3.            Drs. Haji Husni Mu’adz MA., ph.D.
4.             Drs Lalu Baiq Windia M.Si.
5.             Dr. H. L., Agus fathurrrahman.
6.             Dr. Muhammad Fajri, M.A.
7.            Dr. Jamaludin, M.Ag.
8.            Dr. Lalu Abd. Kholik, M. Hum.
9.            TGH. Ahyar Abduh.
10.        Mundzirin.
11.        Dr. H. Sudiman M. pd.
12.        Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Hum.
13.        L. Ari Irawan, SE., S. Pd.,M. pd.
    serta masih banyak pencetus lainnya yang berperan penting dalam penyusunan “piagam gumi sasak”


nasumber: Lalu Ari Irawan, SE., S.Pd. M.Pd. (Direktur Rowot Sasak Nusantara )

26 komentar:

  1. dengan adanya piagam gumi sasak ini semoga kita bisa menjadi dan menggunakan nilai2 leluhur di kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  2. Semoga dengan adanya piagam ini kita selaku masyarakat sasak bisa kembali ke jati diri kita sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminn,kita harus bangga dengan budaya daerah kita sendiri dan jangan lupa untuk tetap melestarikannya

      Hapus
  3. Semoga jiwa mudah sekarang tetap melestarikan jati diri suatu budaya sasak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin,generasi mudah patut bangga terhadap tradisi unik yang syarat akan makna dan nilai

      Hapus
  4. Para tokoh yang mencintai budaya sasak. Kita harus mengikuti jejak mereka agar tahu kebudayaan sasak yang sebenarnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali,tetap lestarika budaya daerah kita,jangan sampai punah atau dilupakan apalagi diakui oleh bangsa lain

      Hapus
  5. Para tokoh yang mencintai budaya sasak. Kita harus mengikuti jejak mereka agar tahu kebudayaan sasak yang sebenarnya.

    BalasHapus
  6. Tradisi dan budaya memang patut untuk di kaga dan di pelihara. Fighting afmin

    BalasHapus
  7. Sebuah jalan menuju peradaban. Semoga jati diri dan nilai yang terenggut, kembali hadir dalam setiap jiwa gumi paer Sasak, begitu juga denang Samawa dan Mbojo.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Memabngun citra dan jati diri sasak yang sebnarnyaa. Semangat menagnkat marwak kebudayaan sasak. Terimakasih postingannya sanat bermanfaat

    BalasHapus
  10. Semoga dengan adanya piaga ini. Nilai keluhuran Sasak yang telah hilang akan kembali keasliannya

    BalasHapus
  11. Perjuangan yg luar biasaπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  12. Perjuangan yg luar biasaπŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  13. Informasi yang sangat bermanfaat. Tetap posting artikel yang membangun generasi yah...

    BalasHapus